Kamis, 11 April 2013

Sariawan Ternyata Ga’ Perlu Pake Obat

Sariawan (seriawan) merupakan salah satu keluhan pada mulut yang umum terjadi Indonesia. Sariawan yang sering kita alami tidaklah sama dengan “scurvy. Dan sariawan juga bukan sebuah gejala yang mendahului terbentuknya scurvy. Karena scurvy pada zaman sekarang sudah sangat jarang terjadi di dunia.

Apa sih scurvy itu ?
Scurvy dahulu terjadi ketika orang-orang Eropa berlayar selama berbulan-bulan lamanya untuk berpetualang dan mengambil rempah-rempah yang sangat berlimpah di Asia. Karena berada di atas lautan selama berbulan-bulan, maka para awak kapal tidak bisa mengkonsumsi sayur dan buah. Akibatnya tubuh mereka kehabisan total vitamin C. Padahal kita tahu vitamin C ini sangat dibutuhkan oleh seluruh sel-sel hidup agar dapat berfungsi dengan baik. Makanya timbullah luka-luka pada berbagai tempat, misalnya pada mulu, gusi, dan lidah. Tak hanya itu, selaput lendir mata, usus, hidung, serta kulit juga menunjukkan gejala yang sama.





Melihat keadaan demikian, seorang dokter kapal Inggris, James Lind (1747) berusaha meniliti kenapa keadaan demikian bisa terjadi. Lantas ia mengadakan percobaan di atas kapal tersebut dengan memberi makan separuh dari awak kapal dengan 2 jeruk orange dan sebuah lemon setiap hari. Ternyata kelompok yang diberi makan jeruk ini tidak terserang scurvy, sementara yang tidak diberi buah mengalami sakit. Kemudian ia menyimpulkan bahwa kekurangan vitamin C-lah penyebabnya.
Kondisi Sariawan Saat Ini 
sariawan
Dan sekarang, kondisi seperti di kapal tersebut hampir-hampir tidak pernah terjadi lagi. Namun, masyarakat tetap makan vitamin C (kadang-kadang dosis tinggi) untuk mengobati atau mencegah sariawan. Padahal, tidak terdapat bukti ilmiah bahwa sariawan (biasa) dapat disembuhkan oleh vitamin C. Walau memang benar, vitamin C sangat diperlukan oleh tubuh kita sebagai salah satu bahan membentuk jaringan tubuh. Dan alam telah menyediakannya secara berlimpah dalam tomat, jeruk, paprika, cabai, serta berbagai jenis buah dan sayuran dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dan biasanya sariawan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari bila makanan yang merangsang seperti cabai, cuka, dan yang bersifat asam dihindari untuk sementara.

Kebutuhan vitamin C sendiri diperlukan kira-kira hanya 100 gram per hari tiap orang. Jadi tentu alangkah berlebihannya jika kita memakan vitamin C dosis tinggi hingga 1000 mg. Sangat mubazir dan buang-buang duit, karena sisa vitamin C tersebut akan dibuat melalui urin kita.

Dan sebaliknya, ada kecurigaan bahwa vitamin C dosis tinggi (terutama yang dilumatkan dalam mulut) dan makanan yang pedas serta asam merupakan penyebab bahkan memperpanjang sariawan. Banyak laporan yang menyatakan orang-orang yang memakan jeruk asam dari Australia (yang banyak di jual di Indonesia), biasanya langsung terserang sariawan. Dan bila dilakukan challenge test (diberi lagi) sariawan akan timbul lagi.
Namun ada faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan sariawan, diantaranya adalah gigi geraham yang runcing karena patah atau karsinoma.

Lantas Bagaimana Mengobati Sariawan yang Benar ?
Dipasaran sekarang tersedia berbagai macam obat untuk mengurangi rasa sakit akibat sariawan. Ada yang berbentuk sirup maupun salep oles. Pilihan kembali kepada Anda, mau menunggu beberapa hari untuk hilangnya sariawan (dengan tidak makan-makanan yang merangsang tentunya) atau membeli obat di apotek karena merasa mengganggu aktifitas sehari, itu terserah Anda.
Namun saran saya, membiarkan sariawan sembuh sendiri adalah pilihan yang bijak. Secara normal, sariawan akan sembuh sendiri kira-kira seminggu. Selama itu, tentu saja jangan makan-makanan yang pedas untuk mencegah keparahan yang berlanjut. Obat kumur herbal yang dijual di pasaran cukup mumpuni untuk mengatasi sakit ini.

Anda punya pengalaman dengan sariawan dan punya solusi yang manjur ? Berbagi dengan pembaca lainnya di kolom komentar.

Resensi Buku : Jangan ke Dokter Lagi ! Rahasia Sistem Imun dan Kiat Menghalau Penyakit

Dari judulnya, mungkin sebagian dokter (atau calon dokter seperti saya) akan berkeringat dingin. Bagaimana tidak, sudah menjadi pandangan umum bahwa pasien merupakan tulang punggung ekonomi bagi sebagian dokter. Kalau pasien tidak ke dokter, berarti dokter itu tidak memiliki penghasilan lagi.
Tapi saya mendukung itu, setelah membaca buku Patch Adams, saya merancang ulang lagi masa depanku. Kelak jika telah lulus dari pendidikan dokter (Insya Allah 6 tahun lagi), aku akan menjadi dokter yang menyarankan pasien agar jangan datang ke tempat praktek ku lagi. Sambil memasang tulisan besar-besar di ruang praktek, “Mohon Jangan Sakit Lagi, Ilmu Kedokteran itu Tidak Sempurna dan Mahal.”

Memang stigma masyarakat kita kebanyakan adalah jika sakit, langsung pergi ke dokter. Dan dokter berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk menyembuhkan penyakit pasiennya itu. Hanya sampai disitu.
Jarang sekali seorang pasien menganalisa sumber utama penyebab penyakitnya. Dan tidak berusaha menyembuhkan sumber utama itu. Misalnya stress, gaya hidup yang tidak sehat, lingkungan yang kotor, tidak dekat dengan Yang Maha Mengobati, tidak bersyukur dengan apa yang telah didapatnya, tidak berbagi dengan orang lain, dan segudang masalah pokok lainnya.
Nah, salah satu poin yang membuat orang terus menerus ke dokter adalah karena lemahnya sistem imun seseorang. Ketika sistem imun seseorang lemah, maka berbagai virus dan bakteripun akan mudah sakit.

Tubuh Ini Punya Pasukan yang Luar Biasa Hebatnya

Percaya tidak kalau air liur kita mampu menahan serangan virus AIDS ? Yah, di dalam buku ini dijelaskan berbagai manfaat organ dan kelenjar dalam tubuh untuk mendukung sebuah sistem pertahanan yang sangat kompleks dan canggih.

Ibarat sebuah negara, sistem imun merupakan TNI-nya tubuh. Ia siap berperang kapan saja dan dimana saja. Ketika para musuh kuman, bakteri dan virus mulai menyerang, dengan segenap tenaga, kemampuan, ilmu, dan persenjataan yang lengkap, sistem imun siap melindungi negara yang sangat dicintainya ini –tubuh kita-.

Mungkin dari kita tidak banyak yang tahu, kadang kita tidak bisa adil terhadap sistem imun tubuh kita. Mereka yang sudah berperang mati-matian menjaga tubuh kita, eh kita tidak memperdulikan mereka. Malah sebaliknya kita melemahkan sistem pertahanan tubuh kita sendiri melalui makanan-makanan yang tidak sehat (junk food), mengabaikan jam biologis tubuh dengan tidur tak teratur, stress, merokok, dan ratusan kebiasaan tak sehat kita.

Mari Memberi Makan Sistem Imun Kita

FOODS 008.jpg


Subhanallah… Mungkin hanya itu yang bisa aku ucapkan ketika membaca buku ini. Begitu banyak hal yang kulakukan terhadap tubuh ini yang membuatnya makin tersiksa. Misalnya suka tidur larut, terlalu banyak makan gula, dll.

Banyak hal-hal baru yang kuketahui tentang tubuhku sendiri. Dan aku tidak menyadarinya. Sungguh Allah menciptakan segala sesuatunya dengan manfaat yang luar biasa.
Benarlah sebuah pepatah mengatakan, kita adalah apa yang kita makan. Makanan menjadi sangat penting dalam membangun tubuh kita. Kita sehat karena makanan kita yang sehat, kita sakit juga karena kita sering memakan makanan yang tidak sehat.

Berbagai daftar makanan yang sebaiknya kita hindari tersaji lengkap di buku ini. Termasuk gula yang paling aku senangi. Dan berkat buku ini, perlahan-lahan aku ingin menghilangkan secara perlahan konsumsi gula dalam menuku sehari-hari. Ternyata banyak penyakit yang ditimbulkan dari konsumsi gula ini. Lagipula gula pula yang membuat tubuhku semakin malas melakukan kegiatan.
Berikut makanan-makanan yang sebaiknya kita konsumsi sebagai cara untuk meminimalkan (atau menghilangkan sama sekali) kunjungan kita ke dokter.

#1. Tomat. Mengkonsumsi tomat mentah minimal satu buah perhari akan mengurangi resiko terhadap berbagai kanker. Apalagi kalau kita sering memakan makanan yang dibakar (misalnya sate, ayam bakar, ikan bakar, dan bakar-bakaran lainnya), wajib hukumnya memakan tomat di akhir hidangan. Karena makanan yang dibakar banyak mengandung bahan karsinogen, salah satu penyebab kanker.

#2. Bawang Putih. Seiris bawang putih setiap hari saja mampu mengurangi kadar kolesterol sebesar sembilan persen. Selain itu, manfaat lain dari mengkonsumsi bawang putih adalah merangsang pertumbuhan sel darang putih untuk melawan penyakit, memicu aktifitas sel pembunuh bakteri dan virus, serta meningkatkan produksi antibodi.

#3. Anggur. Buah ini mampu menghalangi pertumbuhan tumor. Hal ini dikarenakan dalam anggur terdapat komponen yang disebut sebagai resveratrol.

#4. Kedelai. Banyak mengandung isoflavones yang berguna untuk melindungi kita dari kanker. Kedelai juga merupakan sumber protein yang baik.
Masih banyak lagi makanan yang dianjurkan oleh buku ini agar kita bisa menghindarkan diri dari sakit. Segera baca, dan Anda akan banyak berucap Alhamdulillah akan apa yang Anda punya saat ini.