Seperti halnya vitamin,
mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit. Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi.
Anda perlu vitamin agar mineral dapat bekerja dan sebaliknya. Tanpa
beberapa mineral / vitamin, beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi
dengan baik. Perbedaan terbesar antara vitamin dan mineral adalah bahwa
mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.
photo © 2006 Sarah (Rosenau) Korf | more info (via: Wylio)
Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh Anda.
Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, sedangkan
mineral minor (trace elements)
adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Kalsium, tembaga,
fosfor, kalium, natrium dan klorida adalah contoh mineral utama,
sedangkan kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan
zinc adalah contoh mineral minor. Pembedaan jenis mineral tersebut
semata-mata hanya
berdasarkan jumlah yang diperlukan, bukan kepentingan.
Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan
mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.
Ketika
pola makan Anda sehat dan bervariasi, Anda mendapatkan cukup mineral.
Namun, bila pola makan Anda tidak seimbang atau Anda memiliki gangguan
penyerapan mineral, Anda dapat mengalami kekurangan mineral. Dalam
kondisi tersebut, Anda mungkin perlu mengambil suplemen mineral dan
vitamin.
Berikut adalah jenis-jenis mineral terpenting bagi tubuh kita:
1. Kalsium
Anda
mungkin pernah mendengar orangtua Anda mengatakan bahwa susu baik untuk
kesehatan. Susu memang makanan yang baik karena mengandung banyak
kalsium. Meminum susu secara teratur memastikan Anda memiliki tulang
yang kuat dan tumbuh dengan baik. Sampai Anda berulang tahun ke-30,
tulang Anda terus tumbuh dan berkembang. Setelah Anda berusia 30 tahun,
pertumbuhan tulang Anda tidak secepat penyusutannya. Jika Anda tidak
mendapatkan cukup kalsium, tulang Anda akan keropos di usia 50 tahun. Kalsium dapat memperlambat proses ini.
Kalsium adalah
mineral terbesar yang dibutuhkan tubuh Anda. Sekitar 2-3 persen dari
berat badan Anda adalah kalsium, di mana 98% tersimpan di dalam tulang
dan gigi dan 1% di darah Anda. Selain untuk pemeliharaan tulang dan
gigi, kalsium juga membantu kontraksi dan relaksasi otot, pembekuan
darah, fungsi hormon, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12 dan
pencegahan batu ginjal dan penyakit jantung.
Sumber: susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll), telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap.
2. Magnesium
Magnesium
membantu mengatur kadar kalium dan natrium dalam tubuh, yang terlibat
dalam pengendalian tekanan darah. Magnesium berperan penting dalam
pemeliharaan jaringan gigi, tulang dan otot, mengatur suhu tubuh,
produksi dan transportasi energi, metabolisme lemak, protein dan
karbohidrat, kontraksi dan relaksasi otot. Sebagian besar magnesium
disimpan dalam tulang dan gigi, sebagian lain di dalam darah dan otot.
Jika Anda tidak memiliki cukup magnesium dalam darah, tubuh Anda akan
mengambilnya dari tulang Anda, yang pada gilirannya juga dapat
menyebabkan tulang keropos.
Sumber: susu, sayur-sayuran berdaun hijau, alpukat, pisang, coklat, produk kedelai seperti tempe atau tahu, biji-bijian dan kacang-kacangan.
3. Besi
Disimpan
dalam hemoglobin (sel darah merah), zat besi membawa oksigen ke sel-sel
tubuh dan membawa karbon dioksida keluar tubuh, mendukung fungsi otot,
enzim, protein dan metabolisme energi. Kekurangan zat besi menyebabkan
anemia, kelelahan, kelemahan, sakit kepala dan apatis.
Ada dua jenis zat besi dalam makanan:
besi heme mudah diserap tubuh dan ditemukan dalam daging, unggas dan ikan.
Besi non-heme lebih
sulit diserap tubuh dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan seperti
kacang-kacangan, brokoli, bayam dan kangkung. Tubuh Anda dapat menyerap
20-40 persen besi dari sumber hewani dan
5-20 persen besi dari sumber nabati. Anda
perlu makan lebih banyak sayuran untuk mendapatkan zat besi yang Anda
butuhkan. Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, Anda perlu bantuan
vitamin C.
4. Zinc (seng)
Zinc terdapat
di semua sel tubuh Anda, terutama di
kulit, kuku, rambut dan mata. Jika Anda pria, Anda juga menyimpan zinc
di prostat
Anda. Zinc berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA, produksi
protein, insulin dan sperma, membantu dalam metabolisme karbohidrat,
lemak, protein dan alkohol, berperan dalam mengeluarkan karbon dioksida,
mempercepat penyembuhan, pertumbuhan, perawatan jaringan tubuh, dan
mendukung indera seperti penciuman dan perasa. Kekurangan zinc
menyebabkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, penyembuhan
lambat, rambut rontok, libido seks rendah, kehilangan rasa dan bau dan
kesulitan beradaptasi dengan cahaya malam.
Sumber: air, makanan
berprotein tinggi seperti daging sapi, kambing, dan unggas, kerang,
kepiting, lobster, kacang-kacangan dan biji-bijian.
5. Selenium
Kita membutuhkan selenium dalam jumlah kecil tetapi teratur untuk
kesehatan liver (hati).
Selenium banyak ditemukan dalam tanah, sehingga jumlah yang ditemukan
dalam sayuran dan buah tergantung pada tempat penanaman dan metode
pertanian yang digunakan. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang
terlalu sering diolah akan memiliki selenium yang rendah.
Sumber: daging, ikan dan kacang-kacangan, susu dan produk susu, telur, susu ayam, bawang putih, bawang merah dan sayuran hijau.
6. Kalium, Natrium dan Klorida
Kalium
(sering disebut juga potasium), natrium dan klorida adalah mineral yang
larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Mereka
terpecah menjadi ion-ion.
Ketiga mineral tersebut membuat cairan dalam tubuh Anda tetap konstan
dan tidak berfluktuasi. Mereka juga berperan penting dalam transportasi
glukosa ke dalam sel dan pembuangan limbah, tekanan darah, transmisi
impuls saraf, irama jantung dan fungsi otot. Kekurangan mineral-mineral
ini menyebabkan mengantuk, kecemasan, mual, kelemahan, dan detak jantung
tidak teratur.
Sumber: hampir semua makanan kecuali minyak, lemak dan gula, tetapi dapat rusak/hilang jika makanan dimasak.
7. Mineral lainnya
Selain
mineral-mineral di atas, mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda adalah
boron, kromium, tembaga, flor, yodium, mangan, molibdenum, nikel,
silikon, timbal, dan vanadium. Selain itu, Anda juga membutuhkan dosis
yang sangat kecil dari lithium dan aluminium. Tidak ada yang tahu
mengapa Anda membutuhkan mineral-mineral tersebut dan berapa jumlah yang
Anda butuhkan. Hal itu tidak begitu penting karena hampir tidak ada
orang yang mengalami kekurangan nutrisi tersebut.