Senin, 24 Desember 2012

Manfaat kacang tanah dan kandungannya

Ilustrasi kandungan kacang tanah
Kacang. Makanan satu ini sangat populer sebagai camilan. Selain rasa yang lezat, kandungan kacang tanah terdiri dari nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tumbuhan ini merupakan anggota keluarga Fabaceae dengan genus Arachis. Nama ilmiahnya adalah Arachis hypogaea. Di Indonesia, dikenal dengan nama kacang tanah.

Nutrisi Kacang Tanah

Kacang merupakan sumber energi dan mengandung nutrisi bermanfaat, yaitu mineral, antioksidan, dan vitamin yang penting bagi kesehatan. Kacang kaya akan asam lemak tunggal tak jenuh yang membantu menurunkan LDL atau “kolesterol jahat” dan menaikkan HDL atau “kolesterol baik”. Oleh karena itu, kacang baik untuk mencegah penyakit pembuluh darah dan stroke dengan cara menjaga lemak darah.
Kacang adalah sumber protein baik karena memiliki kualitas asam amino yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan. Kacang kaya akan polifenol antioksidan, asam kumarat yang mengurangi risiko kanker lambung dengan cara mengurangi pembentukan nitrosamin karsinogen.
Kacang mengandung resveratrol, jenis antioksidan lain yang melindungi tubuh dari kanker, penyakit jantung, penyakit degeneratif pada saraf, alzheimer, dan infeksi virus atau jamur. Penelitian menunjukkan bahwa resveratrol mengurangi risiko stroke dengan mengubah mekanisme molekul pembuluh darah dan menaikkan produksi hormon vasodilator, yaitu nitrit oksida.
Kacang merupakan sumber vitamin E alfa tokoferol, yaitu sekitar 8g per 100g. Vitamin E adalah antioksidan yang larut dalam lemak untuk membantu menjaga integritas membran sel dan kulit dengan melindunginya dari radikal bebas. Selain itu, kacang menyediakan vitamin B komplek, seperti riboflavin, niasin, tiamin, asam pantotenat, vitamin B6, dan folat.
Sementara itu, kandungan mineralnya meliputi tembaga, mangan, potasium, kalsium, besi, magnesium, seng, dan selenium. Segenggam kacang setiap hari menyediakan asupan antioksidan, vitamin, mineral, dan protein yang dibutuhkan tubuh.

Memilih dan Menyimpan Kacang

Kacang tersedia dalam berbagai varian dan bentuk, misalnya dengan kulit, tanpa kulit, kacang asin, kacang manis, kacang telur, dan sebagainya. Untuk hasil maksimal, pilih kacang dengan kulitnya daripada jenis kacang yang telah diproses. Kacang kulit yang baik memiliki bentuk fisik yang bebas jamur dan bintik, tidak berbau, tidak pecah-pecah dan terasa berat di tangan.
Kacang tanpa kulit dapat disimpan pada tempat kering selama beberapa bulan. Sementara kacang dengan kulit, sebaiknya, disimpan dalam wadah kedap udara dan disimpan dalam kulkas agar tidak berbau.

Alergi Kacang?

Alergi kacang dapat terjadi pada seseorang karena reaksi sistem imun yang menganggap kandungan dalam kacang merupakan musuh. Gejala alergi kacang, antara lain muntah, nyeri abdomen, pembengkakan bibir, dan sesak napas. Penderita alergi kacang sebaiknya selalu mencermati label makanan karena kacang banyak digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
Kacang merupakan salah satu tumbuhan yang rentan terhadap infeksi jamur, khususnya aflatoksin dari Aspergillus flavus. Aflatoksin bersifat karsinogen. Merebus atau memanggang kacang membantu mengurangi kandungan toksin di dalamnya.

Kandungan Kacang Tanah dalam Minyak Kacang Tanah

Minyak kacang tanah merupakan minyak nabati yang dipergunakan untuk minyak goreng, bahan dasar pembuatan margarin mayonnaise, salad dressing dan mentega putih atau shortening, dan mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan minyak jenis lainnya. Kandungan kacang tanah dalam minyak kacang tanah ini dapat dipakai berulang-ulang untuk menggoreng bahan pangan.
Selain itu kandungan kacang tanah dalam minyak kacang tanah banyak digunakan dalam industri sabun, face cream, shaving cream, pencuci rambut dan bahan kosmetik lainnya. Dalam bidang farmasi minyak kacang tanah dapat digunakan untuk campuran pembuatan adrenalin dan obat asma.
Minyak kacang tanah mengandung 76-82 % asam lemak tidak jenuh, yang terdiri dari 40 45 % asam oleat dan 30-35 % asam linoleat. Asam lemak jenuh sebagian besar terdiri dari asam palmitat, sedangkan kadar asam miristat sekitar 5 %. Kandungan asam linoleat yang tinggi akan menurunkan kestabilan minyak.
Kestabilan minyak akan bertambah dengan cara hidrogenasi atau dengan penambahan anti-oksidan. Dalam minyak kacang tanah terdapat persenyawaan tokoferol yang merupakan anti oksidan alami dan efektif dalam menghambat proses oksidasi minyak kacang tanah.
Minyak kacang tanah merupakan minyak yang lebih baik daripada minyak jagung, minyak biji kapas, minyak olive, minyak bunga matahari, untuk dijadikan salad dressing, dan disimpan di bawah suhu -11 derajat Celcius. Hal ini disebabkan karena minyak kacang tanah jika berwujud padat berbentuk amorf, dimana lapisan padat tersebut tidak pecah sewaktu proses pembekuan. Minyak kacang tanah yang didinginkan pada suhu -6,6 derajat Celcius, akan menghasilkan sejumlah besar trigliserida padat.

Hati-Hati bagi Ibu Hamil

Kandungan kacang tanah tidak selamanya baik dikonsumsi, terutama bagi ibu-ibu hamil. Sebaiknya, ibu hamil menghindari konsumsi kacang tanah pada saat hamil karena bisa menyebabkan anak lahir mengalami alergi. Jadi konsumsi kacang tanah tidak diperbolehkan selama hamil, sedangkan konsumsi telur selama hamil tidak apa-apa.
Beberapa penelitian menunjukan, ibu hamil yang mengkonsumsi telur waktu hamil tidak melahirkan anak alergi. Jadi, konsumsi telur aman bagi ibu hamil namun perlu dipikirkan kalau kandungan kolesterol darah tinggi hendaknya dihindari atau dikurangi.

Penganan dari Kacang Tanah

Kandungan kacang tanah yang baik untuk tubuh kita sebaiknya dikonsumsi secara berkala. Produk olahan kacang tanah tidak hanya sebatas kacang goreng saja. Masih ada beberapa olahan kacang tanah yang bisa kita buat untuk menambah variasi penganan dari kacang tanah. tent saja kandungan kacang tanah yang menyehatkan itu bisa tetap dirasakan oleh tubuh. Berikut ada beberapa variasi penganan yang terbuat dari kacang tanah.
Rempeyek Kacang Tanah
Bahan:
  • 400 gr tepung beras
  • ½ sendok makan tapioka
  • ½ kg kacang tanah dikupas dan dibelah 2
  • 4 buah bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk
  • 250 cc santan
  • 100 cc air
  • 1 butir telur
  • 1 sdm air kapur sirih kalau ada
  • 5 lembar daun jeruk diiris tipis
  • Garam secukupnya
Cara Membuat:
  • Telur, bawang putih, kemiri, ketumbar bubuk, air kapur sirih diblender halus.
  • Air, santan dan tepung diaduk sampai rata kemudian masukkan bumbu yang sudah diblender halus.
  • Goreng tipis-tipis di pinggiran kuali yang sudah diberi minyak.
  • Setelah kering dan kuning angkat dan siap disajikan.
***
Rempeyek Kacang Renyah
Bahan:
  • 100 gr kacang tanah utuh, sangrai
  • 200 gr tepung beras
  • 400 ml santan cair
  • 2 sdm air kapur sirih
  • 1 butir telur kocok lepas
  • 6 lembar daun jeruk, iris halus
  • Minyak goreng
Bumbu Halus:
  • 4 siung bawang putih
  • 4 btr kemiri
  • 2 sdt ketumbar
  • 3 cm kencur
  • 1 sdt garam
Cara Membuat:
  • Campur bumbu halus dan tepung beras serta daun jeruk, tuang santan,telur dan air kapur sirih, aduk rata.
  • Panaskan minyak di atas api sedang, ambil satu sendok sayur adonan, taburi kacang, tuang adonan ke pinggir wajan biarkan cairan mengalir dan melebar.
  • Lepaskan dari pinggir wajan, goreng sampai kering, angkat, tiriskan.
***

Kastengel Kacang

Bahan:
  • 200 gr margarin
  • 1 kuning telur
  • 50 gr Kobe Tepung Bumbu Putih
  • 100 gr keju cheddar parut, diangin-anginkan
  • 100 gr kacang tanah bubuk
  • 150 gr tepung terigu protein sedang
Bahan Olesan:
2 kuning telur
Bahan Taburan:
50 gr keju cheddar parut panjang
Cara Membuat:
  • Kocok margarin 1 menit asal lembut. Tambahkan kuning telur. Kocok rata.
  • Masukkan Kobe Tepung Bumbu Putih dan keju cheddar parut. Aduk rata. Tambahkan kacang tanah bubuk. Aduk rata.
  • Masukkan tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata.
  • Pulung panjang. Potong-potong 4 cm. Letakkan di loyang yang diolesi tipis margarin.
  • Oleskan atasnya dengan kuning telur. Tabur keju parut.
  • Oven 45 menit dengan suhu 130 derajat Celsius sampai matang.
***

Cup Cake Kukus Kacang

Bahan:
  • 3 butir  telur
  • 75 gram gula pasir halus
  • 1 sendok teh emulsifier (SP/TBM)
  • 150 gram tepung terigu protein sedang
  • ½ sendok teh baking powder
  • 50 ml susu cair
  • 50 gram selai kacang krimi
  • 50 gram margarin, dilelehkan
  • 50 gram cokelat keeping
Bahan Toping:
  • 50 ml susu cair
  • 150 gram cokelat masak pekat, dilelehkan
  • 50 gram kacang tanah kupas sangria, cincang kasar
Cara Membuat:
  • Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Masukkan tepung terigu dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  • Masukkan campuran susu cair, selai kacang, dan margarine leleh sedikit-sedikit sambil diaduk rata. Tambahkan cokelat keeping. Aduk rata.
  • Tuang di cetakan muffin pendek lebar yang dialas cup kertas.
  • Kukus 10 menit sampai matang dengan api sedang.
  • Toping: masukkan susu cair sedikit- sedikit ke dalam cokelat pekat leleh sambail diaduk sampai kental.
  • Oles ke atas cake tidak beraturan. Taburkan kacang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar